Rindu........!!!
indu adalah keresahan hati
mengganggu pikir jiwa
menciptakan jati diri yang lemah
seperti dunia ini hampa
bila tanpa orang yang dicintai
Rindu........!!!
indu adalah keresahan hati
mengganggu pikir jiwa
menciptakan jati diri yang lemah
seperti dunia ini hampa
bila tanpa orang yang dicintai
puisi patah hati.... Puisi bukan gombalisasi juga bukan buat tipsani puisi bahasa hati bahasa nurani walaupun ini cuma puisi patah hati Biarkan saja puisi patah hati berbicara biarkan saja puisi patah hati berkisah walau sederhana walau beriak walau berurai air mata karena puisi adalah kata hati hanya bisa didengar oleh telinga hati karena seni selalu menjadi pembebas hati uisi patah hati bukan gombalisasi Puisi patah hati sekadar ekspresi jiwa dari sebuah nyata ... yang membuat terluka yang terungkapkan dengan rasa bukan sekedar kata dan imaji semata Puisi Patah Hati adalah ... ketika kelaparan tak lagi dirasakan ketika bencana menjadi sebuah pesta ibadah ketika banjir dan hujan menjadi berkah Puisi Patah Hati adalah ... Saat cokelat serasa tai kucing Dikala makan roti berasa duri Diam dianggap makian Ketidakpedulian dianggap serangan Puisi Patah Hati bukan hendak bunuh diri dari hidup yang dijalani Karena merasa tidak berarti
HASTA BRATA Etika Kepemimpinan dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah “Hasta Brata”. Istilah ini diambil dari buku Ramayana karya Yasadipura I yang hidup pada akhir abad ke-18 (1729-1803 M) di keraton Surakarta. Secara etimologis, “hasta” artinya delapan, sedangkan “Brata” artinya langkah. Secara terminologis berarti delapan langkah yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam mengemban misi kepemimpinannya. Langkah-langkah tersebut mencontoh delapan watak dari benda-benda di alam yakni Bumi, Matahari, Bulan. Bintang, Api, Angin, laut, dan Air. Delapan watak benda-benda alam ini mampu menjadi contoh bagi seorang pemimpin dalam mengomando orang-orang yang dimpimpinnya menuju tujuan organisasi.